Ahli Mekanik VS Ahli Bahan Bakar?

Advertisement

Mengetahui mesin dengan baik, namun tidak tahu cara kerja bahan bakar, sama seperti orang olah raga tapi tidak mengerti makanan sehat.

Dia akan kebingungan sendiri saat semuanya dirasa mesinnya bagus…ternyata performanya drop dan bahkan mengalami kerusakan.

Memiliki bahan bakar bagus…tau cara kerjanya, tapi tidak mengerti mengolah energinya ( salah setting ). Sama seperti makanan sehat masuk ke pencernaan yang sedang terganggu. Tidak maksimal juga.

Pada akhirnya tetap performa drop dan bahan bakar tidak dapat tercerna dengan baik.

Mengetahui cara kerja mesin dan paham apa itu bahan bakar yang baik…u're the best !!!.

Permasalahan utama para pengguna kendaraan adalah terlalu mengagungkan teknologi kendaraan, namun tidak memberi energi yang dibutuhkan.

Pada akhirnya teknologinya akan kalah dan berhenti bekerja karena kekurangan energi terus menerus. Teknologi tidak berarti tanpa adanya supply energi yang memadai.

Kendaraan yang diberikan supply bahan bakar buruk bertahun-tahun….juga akan mengalami proses detoksifikasi saat diberikan supply bahan bakar yang baik.

Kotoran2 sisa pembakaran yang tertinggal, mulai dibuang secara perlahan karena kendaraan meningkat kinerjanya. Tekanan kompresi yang tadinya hanya mampu mengolah bbm ala kadarnya, kini mampu sedikit demi sedikit mencungkil kotoran2 diruang bakar dengan kekuatan baru kompresinya. Deposit Karbon pada permukaan piston mulai hancur karena ledakan kompresi yang lebih kuat akibat bahan bakar berkualitas. Proses ini akan terhenti pada level dimana kompresi tak mampu lagi memecah karbon ( batas max energi ).

Ledakan kompresi yang mantap mulai membuat perputaran mesin menjadi lebih kuat. Kotoran2 yang menempel sedikit demi sedikit mulai goyah dan lepas akibat putaran kinerja mesin yang lebih kencang. Menggunakan oli berkualitas sangat dibutuhkan agar tempat dimana kotoran lepas, segera digantikan dengan pelumas ( mencegah kotoran kembali menempel ).

Moment detoksifikasi memberikan efek yang bermacam-macam.

  • Bila kotoran pada mesin lebih banyak, oli akan lebih cepat kotor.
  • Andaikan ruang bakar terlalu banyak karbon ( settingan boros ), asap bisa keluar beberapa lama sampai pada sisa karbon yang normal.
  • Jika dalam tangki bensin mengandung kotoran banyak pada dindingnya, kemungkinan besar yang rontok akan terbawa sampai pada filter bensin ( Lebih cepat kotor dan lebih cepat diganti ).
  • Bila settingan terlalu irit dan menyebabkan mesin panas, maka energi akan semakin besar dan suhu mesin semakin stabil ( bbm berenergi tinggi dapat berfungsi sebagai cooler karena tidak cepat habis terbakar selama pengapian juga PAS dengan bbmnya )
  • …dan efek2 lainnya.

Berikan kesempatan pada kendaraan memulihkan diri. Kendaraan yang kondisinya semakin memburuk…ditandai dengan TURUN PERFORMA. Sebaliknya bila kondisi semakin membaik…PERFORMA SEMAKIN MENINGKAT. Itu adalah hal yang pasti dan FAKTA.

Mengerti bahan bakar dan mengerti bagaimana memberikan fasilitas untuk mengolahnya agak sempurna terurai… akan memberi benefit yang super.

buy cheap glasses online

Sumber: Artikel Dave Heaven.

zp8497586rq
Advertisement
Ahli Mekanik VS Ahli Bahan Bakar? | admin | 4.5